Cerita Lain tentang Si Bocah Dukun dari Jombang

071153pSRIYATI (57) mondar-mandir di sekitar rumah orangtua M Ponari (9) di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Raut wajahnya tampak gusar. Mata kirinya terpejam. Wilayah di sekitar kantong matanya sesekali bergetar. ”Sudah bertahun-tahun saraf mata sebelah kiri saya tak berfungsi baik sehingga penglihatan pun terganggu,” tuturnya.

Sejumlah metode pengobatan medis telah dicobanya, tetapi hasilnya nihil. ”Makanya saya ke sini. Sebab, menurut sejumlah orang, Ponari bisa menyembuhkan penyakit apa saja,” tambah Sriyati.

Hingga kemarin memang cukup banyak orang yang antre di sekitar kediaman Ponari. Kabarnya, sudah ribuan orang datang berduyun-duyun ke Dusun Kedungsari itu. Magnetnya, tak lain adalah M Ponari.

Bocah kelahiran Jombang, 6 Juli 1999, putra tunggal pasangan Mukaromah-Kamsen ini tiba-tiba dikenal memiliki ”kekuatan” luar biasa. Ia bisa mengobati beragam penyakit. Kekuatannya berkaitan dengan sebuah batu yang didapatnya pada 12 Desember 2008.

Informasi yang beredar, batu itu didapatkannya bertepatan dengan lewatnya petir di atas kepalanya. Sejak itulah Ponari terkenal menjadi juru sembuh atau tabib alias dukun cilik.

Praktik pengobatan Ponari sederhana. Batu yang menjadi ”aji kekuatan” itu cukup dicelupkan ke dalam air atau digosok-gosokan pada bagian tubuh yang terasa sakit. Dari praktik seperti ini, banyak pasien yang mengaku sembuh dari penyakitnya.

Pingsan

Menurut Sriyati, tidak mudah untuk bisa berobat pada Ponari, yang berpraktik setiap hari—kecuali Jumat—mulai pukul 07.00 hingga 16.00. Ia harus berkali-kali datang ke sana. ”Yang antre banyak sekali. Saya pernah pingsan gara-gara tak kuat berdesakan dengan pasien lain,” ceritanya.

Sriyati masih terbilang beruntung. Dua warga, yang juga berdesakan di dusun yang jalannya becek saat musim hujan itu, kini bahkan tinggal nama. Rumiyadi (58), warga asal Desa Sumberejo, Kecamatan Purwoasri, Kediri, meninggal Sabtu (31/1) lalu sebelum menjalani pengobatan. Adapun Nurul Miftadi (44), asal Dusun Kedung Timongo, Desa Megaluh, Kecamatan Megaluh, meninggal sehari kemudian, 1 Februari 2009, setelah berobat.

Polisi menyatakan, kedua warga itu meninggal akibat penyakit mereka. Namun, fakta menunjukkan, mereka ikut berdesak-desakan di dusun tersebut.

Setelah kejadian itu, aparat desa pun mengimbau agar keluarga Ponari memindahkan lokasi pengobatan ke balai desa atau lokasi lain. ”Kalau sampai ada yang tewas lagi, siapa yang bertanggung jawab,” kata Kepala Desa Balongsari Nila Retno.

Praktik Ponari memang sempat dihentikan polisi. Persisnya, tanggal 1-2 Februari 2009. Namun, Selasa lalu tempat itu dibuka kembali. Menurut Kepala Kepolisian Sektor Megaluh Ajun Komisaris Sutikno, hal tersebut atas pertimbangan kemanusiaan. Selain itu, jalan menuju rumah Ponari yang semula berupa tanah liat kini sudah diperkuat batu kerikil dan pasir. Untuk keamanan, diterapkan sistem kupon antrean.

”Untuk pengamanan, sekarang dibantu Polres Jombang,” papar Sutikno, seraya menambahkan, polisi juga dibantu aparat Kodim, Koramil, dan Satpol PP Kabupaten Jombang.

Keberatan

Menurut Nila, tempat pengobatan tidak pindah karena keluarga Ponari keberatan. Jika lokasi praktik dipindah, diyakini ”kekuatan” Ponari akan hilang.

”Ponari bilang, jika ia pindah ke tempat lain, dirinya sudah takkan lagi bisa mengobati. Karena di tempat inilah ia mendapat wahyu,” kata Paeno, paman Ponari.

”Wahyu” itu seakan menjadikan Ponari sebagai ”ratu adil” yang akan ”membebaskan” segala masalah, dalam hal ini penyakit. Pada kalangan tertentu, pemahaman soal konsep ratu adil atau mesianisme ini kebetulan sudah melekat kuat sehingga kehadiran Ponari dengan ”kekuatannya” seolah stempel bagi ide mesianisme yang akan membawa pada zaman Kertayuga yang gilang-gemilang itu.

Konsep ratu adil yang dipercaya sebagai pembebas dari zaman Kaliyuga, ketika negara seolah dijalankan dengan serampangan karena pemerintah yang makin tergerus wibawanya, elite politik yang sibuk bertarung sendiri menyebabkan rakyat terjebak dalam kesulitan terus-menerus. Hal itu membuat arah perjalanan bangsa yang seakan tidak jelas.

Hari Catur Wijayanti, psikolog yang buka praktik di Jombang, menuturkan, kedatangan ribuan orang itu juga bisa dilihat sebagai fenomena keingintahuan banyak orang semata. ”Untuk yang datang berobat kan pasti diantar, paling tidak oleh satu atau dua orang. Nah, kebanyakan yang datang juga hanya ingin mengetahui saja. Kalau soal itu (kesembuhan), mungkin terkait juga dengan sugesti seseorang,” katanya. (Ingki Rinaldi)

Sumber : Kompas Cetak

About the Author

admin has written 695 stories on this site.

7 Comments on “Cerita Lain tentang Si Bocah Dukun dari Jombang”

  • M.Mustofah.Arif wrote on 5 February, 2009, 21:16

    kalo mnrt aq akhir2 ini banyak kejadian aneh ,tntu kitA perlu mengambl hikmahnya ini menandakan dunia sudah tua, MAU DIBUAT APA DUNIA INI OLEH TUHAN YME

  • Senopati mataram wrote on 7 February, 2009, 7:49

    Sudah saatnya melakukan revolusi hati dan pikiran,supaya masyarakat kita menjadi cerdas dan bangsa indonesia lebih maju.Dimana para kyai?
    Kenapa tdk melakukan kajian thd masalah ini?
    Jgn sampai umat menjadi musyrik

  • PurwaKusuma wrote on 11 February, 2009, 12:39

    Nhauzubilah… jika ribuan orang yang datang tiap hari hanya menggantungkan harapnya kepada batu si ponari…! terus dikemanakan itu janji dengan Tuhan YME.

  • adi mas tadji wrote on 13 February, 2009, 22:20

    hey…dek ponari…tolong cari wangsit lagi dunk…gmana cari cara utk dpt menyembuhkan penyakit KORUPSI di negeri ini ……..bravo tuk mr DEYONG

  • adijavarose wrote on 23 February, 2009, 17:36

    seharusx fenomena ponari bsa jdi lahan argumen tersendiri buat sbagian org, yg kyai bsa buat statement pencerahan, yg dokter bsa intropeksi diri krn kmahaln tarifnya, yg mahasiswa bsa buat kajian dan debat. skrg ponari lagi nyiapin langkah sribu utk membuat gebrakan baru pembuatn air minum mineral (ponariSweet) sbg psaing tangguh Aqua. minumen sehat berkhasiat asli produk jombang.

  • m.rasyid wrote on 3 March, 2009, 15:13

    hey..ndo ponari hebat yah bikin orang jadi sembuh, bisa nda bikin pejabat-pejabat jadi sadar kalo dia yang bikin penyakit yang aneh-aneh ini…

  • SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21 wrote on 16 April, 2009, 0:11

    Assalaamu ‘alaikum w r w b

    Tebuirengku, ayo maju terus !

    Tebuireng di masa lalu telah banyak menghasilkan Alim-Ulama yang benar-benar alim. Semoga masih sampai sekarang, karena kini sudah banyak Alim-Ulama yang telah kehilangan kekuatan rohaniah robbaninya … !

    Ayo Tebuireng yang dekat Bocah Ajaib Kiriman Allooh SWT ! Ponari secuilpun tidak salah ! Ini semata-mata garis takdir Allooh SWT saat ini dan entah bagaimana pada masa yang akan datang ! Ini akan menjadi rohmat atau akan menjadi fitnah dan musibah pada masa yang akan datang ! Sikap dan tindakan yang bagus adalah luruskan segala pemahaman yang salah tentang Ponari dan Batu Ajaibnya ! Selama diselaraskan dengan aturan akidah Islam yang benar, tentunya Penduduk Tidak Terjebak Dalam Kemusyrikan ! Orang datang ke Ponari ingin sembuh dengan batu ajaibnya 100 % tidak salah, namun yang tidak boleh terjadi adalah munculnya niat, anggapan dan kesimpulan yang salah bahwasanya yang bikin sembuh adalah Ponari dan Batunya ! Ponari ciptaan Allooh SWT ! Batunya Ponari juga ciptaan Allooh SWT ! Para Penduduk juga ciptaan Allooh SWT ! Kita semua dan semua yang maujud ini hanyalah ciptaan Alloh SWT semata dengan segala rahasianya. Karena itu berilah pencerahan ke penduduk yang berjibun datang ke Ponari dengan pedoman bahwasanya kesemuanya itu atas kudroh-irodah Allooh SWT ! Yang menyembuhkan hanya Allooh SWT, sedangkan Ponari dan Batunya sebagai perantaranya. Jangan hanya menghakimi penduduk termasuk Ponari dan Batunya dari satu atau dua sisi semata. Penduduk datang ke dukun, tabib, dokter, ustadz, ustadzah, Kyahi untuk mencari kesembuhan apa salah ? Yang harus diluruskan pemahaman, niat, tujuan dan tata caranya. Selama tak melanggar syari’ah Islam, kan no problem ! Bilamana kita makan dan minum termasuk tidur dan lain-lain, sebenarnya juga bisa berubah menjadi Gudang Kemusyrikan bilamana Pemahaman, Niat, Tujuan dan Tata Cara yang dikembangkan’”Salah”. Sekali lagi, berilah mereka pencerahan yang sejuk … ! Terimakasih saudaraku, saya ditakdirkan oleh-Nya untuk mengunjungi Website Pondok Tebuireng … ! Ampunan, Ridlo, Berkah, Rohmat, Taufiq dan Hidayah Allooh SWT selalu menyertai kita. Aamiiiiiin 3x.

    Wa ‘alaikumus salaam w r w b

Kirim komentar

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Spam Protection by WP-SpamFree

Copyright © 2010 Tebuireng . All rights reserved. Hak cipta dilindungi oleh Undang-undang